BAGAIMANA MENGOPERASIKAN ESP (ECOTECT SUPPORTING PROGRAM) – TIMELAG VERSI 2012?


Software  ESP – Time Lag Versi 2012 keluaran studio GENTRA merupakan jawaban atas salahsatu limitasi yang dimiliki oleh Ecotect, yakni ketiadaan fitur untuk menghitung Timelag. Apa yang dimaksud dengan Timelag? Timelag adalah waktu yang diperlukan saat panas (akibat temperatur udara maupun radiasi langsung matahari) menerpa permukaan suatu material bagian luar hingga masuk ke ruang dalam.

Dalam versi ini kalkulasi dikhususkan untuk menghitung timelag bagi multilayers construction bukan single layers. Untuk menghitung Timelag diperlukan beberapa variabel seperti external surface resistance dan properti material seperti  conductivity, thickness, specific heat dan density. Nilai external surface resistance sudah dimasukkan ke dalam software ESP-Timelag sehingga kita tinggal menyesuaikan sesuai dengan sifat material dan kondisi di sekitar bangunan yang kita rancang. Sedangkan untuk mendapatkan nilai conductivity, thickness, specific heat dan density, bagi yang telah memiliki software Ecotect tentunya dapat dengan mudah mengacu ke fitur material library (Lihat gbr.1.1), namun bagi yang tidak memilikinya mungkin harus mencari di buku-buku referensi.

Gbr.1.1.  Elemen kalkulasi timelag yang dapat diambil dari material libary pada Ecotect

Setelah semua input dimasukkan, selanjutnya dihitung nilai time constant oleh software ini secara otomatis. Time constant adalah waktu yang diperlukan oleh suatu lapisan/layer material saat suhunya meningkat akibat perubahan temperatur luar dalam proporsi tertentu. Diperlukan dua grafik untuk mendapatkan nilai timelag, yang pertama adalah grafik yang mengukur hubungan antara time constant dan thickness of equivalent heavy wall; sedangkan grafik kedua mengukur hubungan antara thickness of equivalent heavy wall dan timelag.

Gbr.1.2.  Langkah-langkah yang diperlukan untuk mengkalkulasi Timelag

Untuk mengenal lebih jauh cara mengoperasikan software ESP-Time Lag Versi 2012, maka akan diuraikan langkah-langkahnya sebagai berikut:

1.       Menghitung nilai external surface resistance

Sebelum anda masuk ke antarmuka langkah 1,  jangan lupa memasukkan password-nya, klik OK, kemudian klik Begin>. Setelah itu akan muncul halaman seperti pada Gbr.1.3.

Terdapat empat variabel yang mempengaruhi nilai external surface resistance, yakni Condition (hot atau cold, mengacu pada kondisi temperatur luar), Element (wall atau roof), Exposure (densely wooded location, most suburban building, exposed hill sites, coast, flat treeless plains, first and second storey in urban areas, third to fifth storey in urban areas, sixth and higher storeys in urban areas) dan Finish (normal, smooth,rough,metallic). Bila yang dipilih hot, maka variabel Element dan Exposure tidak memiliki dampak pada nilai external surface resistance. Coba pilih hot sedangkan untuk finishnya pilih smooth, kemudian klik tombol Calculate>, sehingga muncul nilai external surface resistance-nya, yakni 0,065 m2.K/W. Selanjutnya klik Next > untuk beralih ke langkah ke-2.

Gbr.1.3.  Antarmuka langkah pertama

2.       Menghitung Time Constant

Seperti yang telah disebutkan di atas, input awal yang diperlukan untuk menghitung timelag berjumlah 4 variabel, yakni, conductivity, thickness/width, specific heat dan density (lihat gbr.1.4.). Dari input awal tersebut tidak langsung otomatis dapat menghitung timelag, tapi diperuntukkan untuk menghitung nilai time constant terlebih dahulu.

Dikarenakan software ini khusus mengkalkulasi timelag bagi multilayers construction, maka disediakan pilihan untuk memilih 2 hingga 6 layer material. Sebagai contoh, dipilih 3 layer,  kemudian 4 variabel di atas diisi nilai-nilainya untuk masing-masing layer. Perlu diingat untuk angka desimal harus disesuaikan dengan hasil pengaturan Regional setting pada Control Panel masing-masing PC pengguna. Bila memakai koma sebagai pemisah desimal, maka harus dipilih opsi Metric. Bila titik yang digunakan maka pilihlah opsi US. Anda dapat mengisi nama materialnya dan juga nama masing-masing layer material  (tidak wajib).

Setelah itu, klik tombol Calculate>, akan muncul hasil kalkulasi time constant yakni 45.501,71 detik. Selanjutnya klik Next > untuk pindah ke langkah ke-3.

Gbr.1.4.  Antarmuka langkah kedua

3.       Mengecek ketebalan Equivalent Heavy Wall.

Pada antarmuka langkah ke-3 (lihat gbr.1.5.), time constant secara otomatis sudah dikonversi ke dalam satuan jam untuk disesuaikan dengan satuan pada grafik. Di dalam kotak time constant yang berada di sumbu Y, nilai hasil konversinya adalah 12,639 jam.

Klik tombol Show/Refresh the Graph, untuk menampilkan grafiknya. Terdapat kurva lengkung berwarna merah pada grafik ini. Bila pada antarmuka langkah ke-1, anda memilih Cold, maka akan muncul kurva lain yang berbeda berwarna biru. Perbedaan kedua kurva ini adalah bila kurva berwarna merah yang muncul, maka rambatan panas merupakan hasil dari fluktuasi temperatur udara (ciri kondisi daerah bertemperatur panas) sedangkan bila muncul kurva berwarna biru maka rambatan panas diakibatkan oleh fluktuasi radiasi matahari (ciri kondisi daerah bertemperatur dingin). Garis-garis lainnya yang muncul adalah garis putus-putus horizontal yang secara otomatis akan berada pada posisi yang sesuai dengan angka yang tertera pada nilai time constant dan garis putus-putus vertikal yang masih pada angka 0.

Variabel di sumbu X adalah thickness of equivalent heavy wall, yang memiliki densitas 1900 – 2400 kg/m3. Dengan nilai time constant 12,639 jam, maka akan diketahui kesesuaian nilai dari ketebalan material padat yang serupa bagi multilayers construction. Setelah tombol Show/Refresh the Graph diklik,  maka akan muncul tulisan berwarna hijau yaitu, “The lines have to meet each others in one point” pada sumbu X. Artinya, kita harus menggeser sliding bar sumbu X ke kanan sehingga garis putus-putus vertikal saling bersinggungan dengan garis kurva dan garis putus-putus horizontal dalam satu titik. Nilai thickness of equivalent heavy wall akan muncul pada kotak sumbu X sesuai penggeseran, dengan tebal 15,4 cm.

Selanjutnya, klik Next > untuk melangkah ke antarmuka langkah terakhir.

Gbr.1.5.  Antarmuka langkah ketiga

4.       Mencari Nilai Timelag

Nilai thickness of equivalent heavy wall  hasil dari grafik pertama akan secara otomatis tertera pada sumbu X di antarmuka langkah ke-4. Selanjutnya klik tombol Show/Refresh the Graph, untuk menampilkan grafik kedua. Lakukan langkah serupa dengan apa yang dilakukan pada grafik pertama, namun yang digeser adalah sliding bar pada sumbu Y untuk mendapatkan nilai Timelag-nya. Nilai yang didapat adalah 4,36 jam. Nilai-nilai input yang dimasukkan merupakan nilai properti material dari plester untuk layer 1 dan 3 dan batu bata untuk layer 2.

Gbr.1.6.  Antarmuka langkah keempat

5.  Klik Finish untuk meyakinkan hasil akhirnya.  Selanjutnya Klik Restart untuk memulai perhitungan dari awal atau klik <Back untuk mengecek-ulang proses sebelumnya atau untuk memperbaharui nilai-nilai sebagian variabel.

Bila anda membutuhkan bantuan lebih lanjut, atau ingin memberi masukan terhadap software ini,silakan mengontak kami lewat email: pandulaksa@gmail. com. Terimakasih.

About dezainarch

always keep in green
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s