Menguji shading device yang efektif


oleh : Ismail Zain, ST

Dalam buku “bangunan tropis” karya Lippsmeier disebutkan bahwa shading device pada bangunan tropis yang sesuai adalah tipe horizontal untuk utara- selatan, tipe vertikal untuk barat-timur. Para mahasiswa arsitek dan bahkan dosen fisika bangunan pun tak pelak mempercayai langsung pandangan tersebut sebagai “dogma”.

Namun saya berfikir sederhana terlebih dahulu,  dengan tipe vertikal di bagian barat bukankah akan semakin banyak peluang terekspose terhadap matahari barat yang paling tinggi dibanding matahari dari posisi lain (coba lihat SNI mengenai Konservasi Energi Selubung Bangunan pada Bangunan Gedung dimana barat =243 W/m2, posisi lain di bawah 200 W/m2 kecuali barat laut =211 W/m2).

Tidak ada dasar yang kuat bagi seorang Lippsmeier menyatakan premis tersebut. Sebenarnya dari acuan SNI diatas sudah ketahuan premis beliau salah besar. Namun untuk lebih mempertajam “kontra-premis” beliau maka saya mencoba mensimulasikan performa setiap tipe shading  dengan baseline “no-shading device”. Untuk dimensi shading device disamakan 50 cm untuk kedua tipe shading device, bahkan luasan shading device untuk kedua tipe harus sama. Simulasinya memakai simulasi cooling load (basic calculation).

1. No-Shading device

no shading

Hasil simulasi cooling load : max cooling load = 7.366 W, total cooling load setahun = 12.368.164 Wh, per m2 cooling load = 343.560 Wh (baseline).

2. Shading device tipe vertikal untuk barat-timur, tipe horizontal untuk utara selatan (premis Lippsmeier)

shading04

Hasil simulasi cooling load : max cooling load = 7.270 W, total cooling load setahun = 12.042.865 Wh, per m2 cooling load = 334.524 Wh.

penghematan cooling load sebanyak 2,63% terhadap baseline.

3. Shading device tipe vertikal untuk utara-selatan, tipe horizontal untuk timur-barat (kontra premis 1)

shading03

Hasil simulasi cooling load : max cooling load = 7.130 W, total cooling load setahun = 11.977.813 Wh, per m2 cooling load = 332.717 Wh.

penghematan cooling load sebanyak 3,16% terhadap baseline.

4. Shading device tipe horizontal pada semua fasad (kontra premis 2)

shading02

Hasil simulasi cooling load : max cooling load = 7.080 W, total cooling load setahun = 11.892.981 Wh, per m2 cooling load = 330.361 Wh.

penghematan cooling load sebanyak 3,8% terhadap baseline.

Hasilnya sesuai dengan prediksi saya terhadap acuan SNI, bahkan yang paling efektif adalah semua fasad memakai shading horizontal. Jadi kawan-kawan jangan terjebak dogma normatif yang tidak mendasar. Terimakasih

About dezainarch

always keep in green
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

One Response to Menguji shading device yang efektif

  1. Pingback: Menguji shading device yang efektif | ase arsitek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s