Perbandingan kalulasi SC alat peneduh dengan metode manual SNI OTTV, simulasi Energyplus dan Ecotect.


ilustrasi bangunan

Dalam perhitungan OTTV, variabel yang paling sulit dikalkulasi adalah SC peneduh. Meski dalam SNI mengenai OTTV sudah ada tabel interpolasi tapi hanya terbatas pada 3 jenis peneduh yakni horizontal, vertikal dan egg-crate. Pertanyaannya adalah bila desain peneduh memiliki bentuk di luar 3 jenis di atas bagaimana menghitungnya?

Membuat rumus baru di luar 3 jenis peneduh di atas akan menguras banyak tenaga. Penulis selama ini menggunakan shading calculation dari Ecotect namun pada kesempatan ini penulis akan mencoba menghitung SC dengan bantuan Energyplus.

Sebelum sampai pada perhitungan SC peneduh maka perlu dicek terlebih dahulu apakah SC kaca dari data pabrikan akan sama dengan nilai transmitted radiation berbanding insolation? Setelah melakukan simulasi maka sebagai baseline insolation yang menggunakan model tanpa shading device (model A) didapatkan hasil 98,49 W/m2 dan transmitted radiation sebesar 66,88 W/m2 yang berarti SC kacanya adalah 66,88 W/m2 : 98,49 W/m2 = 0,68

Kalo kita melihat kaca yang digunakan jenis clear 3 mm, memiliki nilai Solar transmittane = 0.837, SHGC =0,86 dan SC = 0,99; maka SC kacanya sangat jauh berbeda yakni 0,68 berbanding 0,99. Hal ini tentunya akan menghasilkan nilai OTTV yang tidak fair karena SC kaca yang digunakan dalam rumus OTTV menggunakan nilai dari SC kaca pabrikan sehingga dapat dikatakan simulasi SC kaca dengan menggunakan Energyplus akan membuat penurunan nilai OTTV yang sangat drastis sehingga kalkuasi OTTV menjadi tidak “apple to apple”. Kesimpulannya kita tidak bisa menghitung SC kaca melalui simulasi Energyplus jadi harus tetap menggunakan SC kaca dari data pabrikan kaca.

Selanjutnya kita akan mencoba mensimulasikan SC peneduh melalui kalkulasi Insolation jendela yang menggunakan peneduh berbanding insolation jendela tanpa peneduh dengan menggunakan 4 model seperti pada gambar di atas. Data iklim yang digunakan menggunakan file Kota Bandung berbasis tipe file AMY (Actual Meteorological Year).

Hasilnya untuk model A sebagai baseline nilai insolationnya 47,12 W/m2; model B insolationnya 33,10 W/m2, berarti SC peneduhnya adalah 33,10 W/m2 : 47,12 W/m = 0,70; model C insolationnya 40,65 W/m2, berarti SC peneduhnya adalah 40,65 W/m2 : 47,12 W/m = 0,86; model D insolationnya 26,62W/m2, berarti SC peneduhnya adalah 26,62 W/m2 : 47,12 W/m = 0,56.

Mari kita cek hasil simulasi SC peneduh melalui Energyplus dengan membandingkannya pada cara kalkulasi manual SC peneduh SNI OTTV 2011. Namun untuk memudahkan kita memanfaatkan interpolasi dari tabel pada SNI dimana untuk tipe peneduh horizontal R = 1,07 m (lebar peneduh) : 1,82 m (tinggi kaca)= 0,60 didapat SC peneduhnya 0,7. Untuk tipe vertikal R = 1,07 m (lebar peneduh) : 3,381 m (lebar kaca)= 0,32 didapat SC peneduhnya 0,86. Sedangkan tipe egg-crate R1 = 0,60 R2= 0,32 didapat SC peneduhnya 0,67.Hasil ini menunjukkan untuk tipe horizontal dan vertikal nilai yang didapat sama persis namun untuk tipe egg-crate selisihnya jauh berbeda sampai 0,11. Mengapa hasil egg-crate sangat berbeda ? Pada titik ini perlu pendalaman permasalahan lebih jauh dan diluar lingkup pembahasan kali ini, namun menurut hipotesa penulis hal ini disebabkan perbedaan metode keduanya dimana basis simulasi Energyplus yang melibatkan kompleksitas berbagai variabelnya sedangkan SNI OTTV berbasis matematis-tekstual.

Kita akan coba membandingkannya dengan shading calculation dari Ecotect. Terdapat kesulitan dalam menetapkan SC pada Ecotect karena adanya fitur overshadowing accuracy yang menyebabkan penetapan SC menjadi relatif.

Range SC yang didapat untuk model B berkisar 0,77-0,82 pada tingkat akurasi overshadowing level middle hingga very high sedangkan untuk tingkatan low nilai SCnya 0,71 dan 0,88. Range SC yang didapat untuk model C berkisar 0,92-0,94 pada tingkat akurasi overshadowing level high hingga very high sedangkan untuk tingkatan low hingga mendekati high nilai SCnya berkisar pada 0,94-0,96. Range SC yang didapat untuk model D berkisar 0,70-0,73 pada tingkat akurasi overshadowing level high hingga very high , untuk tingkatan medium hingga mendekati high nilai SCnya berkisar pada 0,74-0,76 sedangkan untuk tingkatan low nilai SCnya 0,66 dan 0,84.

Untuk peneduhan tipe horizontal hasil simulasi Ecotect yang hampir mendekati hasil dari metode lainnya yang terjadi pada level akurasi low yakni 0,71 (Hasil dari Energyplus maupun SNI OTTV adalah 0,70). Pada peneduhan tipe vertikal terjadi selisih hingga 0,06 dimana hasil yang paling mendekati metode lainnya terjadi pada level akurasi very high yakni 0,92 (Hasil dari Energyplus maupun SNI OTTV adalah 0,86). Sedangkan pada tipe peneduhan egg-crate terdapat hasil yang hampir mendekati serupa dengan SNI OTTV yakni pada level akurasi low dengan nilai SC 0,66 (Hasil dari SNI OTTV adalah 0,67).

Dari simulasi maupun perhitungan di atas maka hasil yang didapat cukup menarik sekaligus mengherankan, Pada peneduh tipe horizontal hasil serupa didapat dari ketiga metode (0,70-0,71). Pada peneduh tipe vertikal hasil serupa didapat dari simulasi Energyplus dan SNI OTTV (0,86) sedangkan simulasi Ecotect menghasilkan SC=0,92. Pada peneduh tipe kombinasi hasil serupa didapat dari simulasi SNI OTTV dan simulasi Ecotect (0,66-0,67) sedangkan pada simulasi Energyplus selisihnya cukup jauh karena nilai SC yang diperoleh adalah 0,56.

Metode manakah yang sebaiknya dipilih? Dari ketiga metode di atas ternyata terdapat ketidakkonsistenan pada masing-masing metode namun penulis merekomendasikan agar kita memilih simulasi dengan Energyplus atau pun Ecotect karena dapat mengkalkulasi desain peneduh di luar 3 tipe standar SNI-2011. Sedangkan dari segi simulasi prosedur pada simulasi Energplus lebih praktis dibanding simulasi pada Ecotect.

Sebagai catatan akhir penulis memandang diperlukan langkah oleh lembaga resmi yang harus menetapkan salah satu metode sebagai metode yang legal agar semua hasil kalkulasi OTTV menjadi sebanding dari bangunan satu ke bangunan lainnya.

About dezainarch

always keep in green
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s